Apa itu Trading Forex? Bisnis atau Judi?

Salam profit,

Sahabat trader, pada awal saya belajar trading muncul pertanyaan tentang paradigma tentang Trading Forex. Salah satu teman yang sempat terjun ke dunia trading forex dengan lantang mengatakan kalau trading forex itu judi, sedangkan para profesional trader mengatakan kalau trading forex itu bisnis.

Saya kenal dengan teman saya, sedangkan saya tidak kenal dengan para profesional trader. Siapa yang harus saya percaya?

Setelah menulusuri apa yang menjadi pertanyaan saya, akhirnya saya berpihak kepada para profesional trader. Dimana banyak perbedaan pandangan antara teman saya dengan para profesional trader.


Trading Forex Bukan Jalan Pintas Untuk Kaya

Yups, teman saya bercerita saat awal tertarik trading forex adalah keuntungan yang lebih besar dan cepat balik modal. Keuntugan 100% bisa didapatkan dalam waktu singkat, dan menganggap Trading Forex adalah jalan pintas untuk cepat kaya. Namun, apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Transaksi tidak semudah yang dibayangkan, Alhasil kurang dari 1 bulan akun trading forex teman saya sudah terkena Margin Call.

Berbeda dengan para profesional trader, mereka mengatakan kalau forex itu bukanlah jalan untuk cepat kaya walaupun profit yang bisa didapatkan tidak terbatas. Namun, kebanyakan dari para Profesional Trader menyarankan para pemula untuk menargetkan profit 5% saja perbulan. Karena lebih realistis dengan keadaan transaksi jual beli yang terkadang diluar prediksi. Dan mereka memberikan himbauan kalau Trading Forex itu memiliki resiko dan keuntungan yang sangat tinggi.

Rencana Trading dan Target

Teman saya saat memulai entry posisi trading tidak pernah memiliki rencana trading harian. Trading hanya dengan modal panduan signal dari Sales Broker dan lebih banyaknya feeling probadi. Saat mendapat profit besar, teman saya tidak pernah berhenti dan terus memasuki pasar. Karena beranggapan semakin kita sering entry posisi semakin besar pula kesempatan untuk meraih profitnya.

Berbeda dengan para profesional, mereka tidak pernah terburu-buru untuk entry posisi. Analisa pasar serta target profit dan loss sudah direncanakan sebelum trading. Hal ini untuk meminimalisir kerugian serta memaksimalkan profit. Selalu berhenti disaat target harian sudah tercapai dan melakukan evaluasi untuk hari berikutnya.

Risk Management

Manajemen resiko tidak pernah ada dibenak teman saya, Hampir setiap hari yang didapatkan Profit lebih kecil dari para Loss. Anti menggunakan STOP LOSS dan terburu-buru menutup transaksi disaat profit belum maksimal karena beranggapan harga sewaktu-waktu bisa berubah.

Balik lagi ke para Profesional. Mereka selalu mengutamakan manajemen resiko. Ratio minimal yang digunakan saat entry posisi 1:1, dimana besar profit dan loss bisa sama besarnya dan tidak pernah menutup transaksi sebelum profit yang ditargetkan sesuai. Tidak segan untuk melakukan Cut Loss jika kondisi pasar sudah ketahuan berubah arah dan menutup kerugian sekecil mungkin.

Perbedaan yang mencolok, dimana teman saya lebih terburu-buru untuk closing transaksi yang profit sedangkan profesional tidak segan closing transaksi dengan cut loss jika pasar akan berubah arah.

Kesimpulan pribadi dari hasil diatas sangat wajar dan tidak bisa disalahkan juga jika teman saya mengatakan kalau trading forex itu judi, karena pengetahuannya tidak sebanyak ilmu trading forex. Memiliki harapan untuk untuk besar dan cepat, serta tidak pernah merasa puas saat mendapatkan profit. Dan apa yang dikatakan para profesional itu sangat masuk kategori teori bisnis. Dimana kita harus memiliki rencana, target, serta risk management.

Jadi, jika ada yang mengatakan kalau Trading Forex itu Judi jangan pernah disalahkan, alangkah baiknya diberi pencerahaan. Happy trading, salam profit semoga artikel pertama ini bisa bermanfaat buat para sahabat trader.